Kalimantan Timur

5 Wisata Museum di Samarinda yang Patut Anda Kunjungi

Saat pertama kali mendegar kata kota Samarinda, hal pertama yang akan diingat yaitu banyaknya gedung megah sebagai pusat perbelanjaan terbesar dan berbagai potensi lainnya. Bahkan kota Samarinda ditunjuk sebagai ibukota Indonesia selanjutnya, berkat beragam potensi yang dimilikinya tersebut. Selagi berada disana, sempatkan diri mengunjungi wisata edukasi berupa museum di Samarinda untuk mengenalnya lebih dalam. Berikut ulasannya.

1. Museum Mulawarman

Museum Mulawarman

Image Credit: Cagarbudaya.kemdikbud.go.id

Sejak menapaki kaki di kota Samarinda, pastikan untuk tidak melewatkan salah satu wisata edukasi bernama Museum Mulawarman. Baru saja sampai di kawasan wisata, pengunjung akan disambut dengan dua meriam yang dipercaya sebagai saksi bisu sejarah Perang Dunia II yang terjadi di Balikpapan. Setidaknya ada 6 ruangan, dimana setiap ruangannya akan menampilkan sejumlah koleksi yang berasal dari masa perang dunia dan perang kemerdekaan.

Sejak memasuki bangunan, akan ada manekin yang sedang menggunakan pakaian TNI. Sedangkan di bagian dindingnya dihiasi dengan beberapa hasil jepretan lama yang menampilkan bagaimana nuansa Samarinda di masa lalu. Selama mengelilingi ruangan tersebut, akan ditemukan berbagai peralatan perang baik dari pihak TNI maupun milik tentara sekutu. Bahkan pengunjung juga bisa melihat senjata tradisional khas Dayak, Mandu tengah dipajang disana.

Bukan hanya meriam, ada beberapa benda peninggalan lainnya yang berhasil menarik perhatian pengunjung. Berdasarkan tutur pemandu museum sendiri, bangunan ini dipenuhi dengan aneka benda bersejarah yang masih berkaitan erat dengan Angkatan Darat. Meski demikian, pengunjung juga bisa menemukan beberapa koleksi peninggalan lain dari Angkatan Laut maupun Angkatan Udara yang tidak kalah menarik untuk dikupas.

Beliau pun mengatakan jika benda koleksi disini didominasi dari zaman penjajahan Jepang dan Belanda, yang kemudian digunakan para tentara ketika terjadi perang di Kalimantan. Beruntungnya pengunjung diperbolehkan untuk mengabadikan berbagai senjata bersejarah tersebut sebagai kenang kenangan. Dengan adanya foto tersebut, Anda bisa memberikan bukti bahwa pernah mengunjunginya di masa lalu.

Selain senjata peperangan, disini juga dipamerkan sejumlah alat komunikasi serta alat musik jadul yang tidak kalah menarik perhatian. Seakan tidak pernah sepi dikunjungi, bahkan akan terjadi peningkatan pengunjung ketika masuk akhir pekan ataupun hari libur panjang lainnya. Pengunjung yang datang pun beragam seperti anak sekolahan, warga lokal, hingga para wisatawan dari luar daerah sekalipun.

BACA JUGA:  Bukit Tangkiling, Objek Wisata Alam Penuh Legenda di Palangkaraya

Lokasi: Jl.Diponegoro, Bukuan, Kec. Palaran, Kota Samarinda.

2. Rumah Penjara Kolonial Sanga Sanga

Rumah Penjara Kolonial Sanga Sanga

Image Credit: Pbkukar.blogspot.com

Sejak dahulu, Indonesia sudah terkenal sebagai wilayah yang kaya akan hasil alam. Justru hal inilah yang membuat negara lain merasa cemburu dan ingin mendapatkannya, hingga pada akhirnya terjadi yang namanya penjajahan. Rumah Penjara Kolonial Sanga Sanga, adalah salah satu bukti nyata jika kawasan Kalimantan pernah dijajah oleh Belanda. Pasalnya Sanga Sanga memiliki kekayaan minyak bumi melimpah, yang membuat Belanda lebih memilih menetap.

Rumah penjara satu ini berlokasi tepat di pinggiran sungai, sedangkan di sisi kanan dan kirinya diapit oleh rumah warga setempat. Sesuai dengan julukan yang diberikan, dahulunya tempat ini menjadi tempat penampungan puluhan orang hanya dalam satu ruangan saja. Bahkan menurut informasi yang berhasil didapat, dahulunya bangunan ini dilengkapi dengan kawat besi dan dialiri listrik agar tidak ada tahanan yang berhasil melarikan diri.

Bangunan ini setidaknya memiliki 6 ruangan yang difungsikan sebagai penjara. Tentu saja ruangan tersebut dibangun cukup sempit namun bisa diisi oleh puluhan orang sekaligus. Dan benar saja, masing masing ruangan tersebut diperkiran berkuran 1.2 x 1.5 m yang hanya dilengkapi dengan satu pintu dan dua buah ventilasi udara. Seperti yang bisa ditebak, ventilasi tersebut dipasangi dengan kawat besi sedangkan pintunya dilengkapi teralis besi.

Tampaknya bangunan penjara ini digunakan saat masa pemerintahan kolonial Hindia Belanda, masa penjajahan Jepang, hingga masa dimana masyarakat mempertahankan kemerdekaan berlangsung. Walau telah berumur cukup tua, beruntungnya bangunan ini tetap berdiri kokoh hingga saat ini. Kokohnya bangunan tersebut, dikarenakan dibangun menggunakan kayu ulin yang terkenal dengan kualitasnya yang apik.

Lokasi: Jl. Mesjid Rt.15 Kel, Sanga-Sanga, Kec. Sanga-Sanga, Kota Samarinda.

3. Taman Budaya Samarinda

Taman Budaya Samarinda

Image Credit: Tamanbudayakaltim.blogspot.com

Umumnya taman digambarkan sebagai ruang publik berupa hamparan rumput segar yang dihiasi dengan bunga bunga cantik. Berbeda dengan Taman Budaya Samarinda, yang justru menawarkan pembelajaran budaya khas Samarinda. Bukan hanya sekedar tempat wisata edukasi semata, sebab taman budaya satu ini berperan penting untuk melestarikan budaya terutama untuk pementasan yang menganggat tema berkaitan dengan budaya.

BACA JUGA:  10 Mall di Samarinda yang Wajib Anda Kunjungi

Taman Budaya Samarinda termasuk salah satu aset negara yang harus dijaga. Bukan hanya pemerintah saja, sebab masyarakat serta pengunjung yang datang juga berperan penting agar budaya khas Samarinda tetap terjaga sekaligus melestarikannya. Melalui ajang pentas budaya inilah, baik pemerintah maupun masyarakat berharap budayanya akan terus lestari. Nuansa budayanya yang masih kental terasa, wajar jika taman ini tidak pernah sepi pengunjung.

Sejak memasuki kawasan wisata budaya ini, Anda bisa melihat keunikan dari adanya tulisan berjalan serta beberapa gedung yang tampak unik. Hanya dengan melihatnya, dijamin siapapun yang melihatnya akan tertarik dan penasaran apa yang ada di dalam gedungnya. Bukan hanya sekedar menikmatinya semata, akan lebih membanggakan jika Anda bisa menjadi salah satu orang yang diberi kesempatan untuk tampil disana.

Rasa bangga tersebut bukan hanya berhasil melestarikan budayanya semata, sebab Anda menyadari bahwa budaya tersebut tidak bisa dijual meski nilai seni di dalamnya sangat tinggi. Berdasarkan hal inilah, mereka yang berhasil mengembangkan sekaligus melestarikan budaya tersebut akan diberikan sebuah penghargaan. Inilah alasan mengapa Taman Budaya Samarinda begitu menarik perhatian pengunjung yang memang tertarik dengan budaya setempat.

Fasilitasnya yang diberikan pun cukup lengkap seperti Hall Pementasan, Panggung, Hall Pameran, dan masih banyak fasilitas keren lainnya. Bahkan bagi pengunjung yang datang dari jauh dan menggunakan kendaraan pribadi, bisa menitipkan kendaraannya di tempat khusus parkir yang sudah disediakan. Dengan kelengkapan fasilitas yang ada, wajar saja jika tempat ini digunakan untuk acara besar.

Lokasi: Jl. Kemakmuran, Sungai Pinang Dalam, Kec. Sungai Pinang, Kota Samarinda.

4. Kampung Ketupat

Kampung Ketupat

Image Credit: Kalimantanberita.com

Kampung Ketupat adalah salah satu wisata edukasi berikutnya yang wajib dikunjungi. Meski baru diresmikan pada tahun 2017 lalu, yang awalnya hanya dikenal sebagai kampung kumih kini sudah berubah menjadi kampung cantik bernilai nilai seni tinggi. Bagaimana tidak, wisatawan bukan hanya sekedar membeli ketupat ataupun kerajian lainnya lalu pulang ke rumah. Sebab, pengunjung yang datang kesana juga bisa mengabadikan kampung cantik tersebut.

BACA JUGA:  Kebun Raya Unmul Samarinda, Tempat Rekreasi Favorit

Sebagai penanda salah satu tempat wisata, dibangunlah tugu ketupat sebagai iconnya. Bahkan Pemkot Samarinda membantu membangun sebuah taman cantik yang berlokasi tepat di pinggir Sungai Mahakam. Sejak jembatan dibangun, masyarakat cukup antusias untuk mengunjungi keindahan kampung warna warni satu ini. Bagaimana tidak, posisi tamannya sendiri berhadapan tepat dengan Jembatan Mahkota II.

Demi meningkatkan minat pengunjung, kini kampung ini telah dilengkapi dengan berbagai fasilitas memadai. Warga sekitar pun menanam pepohonan serta berbagai bunga cantik sebagai tambahannya. Alhasil, kini sudah banyak yang tertarik mengunjunginya dan secara tidak langsung berhasil memperbaiki kondisi ekonominya. Ditambah lagi penduduknya yang dominan sebagai pengrajin ketupat, dianggap mampu menjadi potensi menarik perhatian.

Lokasi: Jl. Mangkupalas, Kel. Masjid, Kec. Samarinda Seberang, Kota Samarinda.

5. Galeri Samarinda Bahari

Galeri Samarinda Bahari

Image Credit: Kompasiana.com

Salah satu wisata edukasi yang tidak kalah menarik untuk dikunjungi adalah Galeri Samarinda Bahari. Selama berada disana, pengunjung dapat melihat koleksi foto yang memperlihatkan suasana Samarinda pada zaman Belanda. Bahkan baru saja masuk ke dalam bangunannya, sudah terpajang beberapa jepretan yang menceritakan pendidikan di Samarinda pada tahun 1927 hingga 1970 an di sisi kiri pintu masuk.

Belum lama menyusuri ruangan depan, sebagian besar pengunjung tertarik melihat sebuah potret dari seorang perempuan berparas ayu mengenakan kebaya putih tengah duduk santai di kursi kayu. Perempuan yang diketahui bernama Atje Voorstad atau lebih dikenal Aminah Sjoekoer, yang mempunyai andil besar dalam bidang pendidikan di kota Samarinda. Bahkan kini namanya sudah diabadikan sebagai salah satu nama jalan di Samarinda.

Lokasi: Jl. Danau Jempang No.2, Sungai Pinang Luar, Kec. Samarinda Kota, Kota Samarinda.

Samarinda adalah salah satu kota yang banyak dikunjungi wisatawan, karena dianggap memiliki potensi wisatanya yang begitu menawan. Bukan hanya wisata alam semata, karena terdapat sejumlah wisata edukasi berupa museum di Samarinda yang tidak kalah menarik dikunjungi. Mulai dari Museum Mulawarman hingga Kampung Ketupat, hadir bagi pengunjung yang ingin mengenal Samarinda lebih dalam. Apakah Anda sudah pernah mengunjunginya?