Kalimantan Selatan

11 Rumah Adat Suku Banjar

Suku Banjar merupakan salah satu suku yang besar di Indonesia. Suku ini lebih banyak menempati daerah Kalimantan. Membuat corak kebudayaannya juga semakin beragam karena suku Banjar ini. Kalimantan Selatan menjadi provinsi yang paling banyak ditinggali oleh suku Banjar.

Suku Bajar ini memperlihatkan kebudayaannya tidak hanya dari pakaian maupun adat istiadatnya, namun juga melalui rumah tradisionalnya yang dirangkum dalam ulasan berikut.

1. Rumah Palimbangan

Rumah Palimbangan

Image Credit: Brilio.net

Rumah Palimbangan bisa dikatakan sebagai rumah adat yang megah dan juga besar di kalangan Kesultanan Banjar. Sebab, rumah palimbangan umumnya akan ditinggali oleh mereka yang merupakan alim ulama atau saudagar kaya. Untuk membedakan rumah banjar dengan yang lain, rumah Palimbangan memiliki ciri khas pada bagian atap dan juga ornamen ukurannya. Jika dilihat dari luas atapnya menggunakan atap pelana dengan hiasan layang layang di gunungannya.

2. Rumah Gajah Manyusu

Rumah Gajah Manyusu

Image Credit: Suryanata-net.blogspot.com

Rumah dari suku Banjar yang selanjutnya adalah Gajah Manyusu yang memiliki ciri khas pada bagian depannya yang berbentuk limas dan lengkap dengan hidung bapicik. Untuk bagian atapnya menggunakan atap perisai buntung atau juga disebut hidung bapicik. Dimana atap ini akan menutup bagian Surambi Pamedangan hingga ruangan yang berada di belakang surambi.  Bentuk limas ini kemudian berkembang kini menjadi bentuk segi empat memanjang.

Selain itu juga ada yang menambahkan ruangan yang letaknya berada pada kedua sisi rumah baik kanan maupun kiri. Penambahan ruangan inilah yang diberikan nama dengan disumbi dalam bahasa Banjar. Dan untuk rumah yang telah memiliki ruangan tambahan disebut dengan anjung. Bentuk rumah inilah yang dinamakan dengan gajah Manyusu. Umumnya rumah ini akan ditinggali oleh cikal pengganti raja atau juga disebut warit raja.

BACA JUGA:  Pesona Keindahan Alam Bukit Matang Kaladan di Banjarbaru

3. Rumah Gajah Baliku

Rumah Gajah Baliku

Image Credit: Suryanata-net.blogspot.com

Rumah Gajah Baliku biasanya akan dibangun dengan jarak 30 m dari rumah Bubungan Tinggi. Pembangunannya juga dilakukan ketika rumah Bubungan Tinggi setelah selesai dilakukan. Rumah ini nantinya akan dihuni oleh mereka yang merupakan anak mapun saudara dari raja Banjar. Bisa dikatakan jika rumah Gajah Baliku sangat mirip dengan rumah Bubungan Tinggi, yang membedakan adalah bagian atap pada ruang tamunya.

Dimana pada Bubungan Gajiah Baliki bagian atap ini tidak terlalu tinggi serta mempunyai kemiringan sekitar 60 derajat. Bagian atapnya juga menggunakan atap perisau yang juga disebut dengan atap gajah. Kemudian yang membedakan selanjutnya pada bagian konstruksinya yakni kontruksi kuda kuda yang membuat bagian lantainya datar. Dengan adanya konstruksi ini bisa membuat bentuk ruang bangun yang dikenal dengan Ambin Sayup.

4. Rumah Bubungan Tinggi

Rumah Bubungan Tinggi

Image Credit: Apahabar.com

Rumah Bubungan Tinggi merupakan ikon rumah adat dari suku Banjar. Rumah ini juga yang lebih banyak dikenal oleh masyarakat luas. Rumah Bubungan Tinggi juga memiliki kedudukan yang lebih tinggi dibandingkan dengan rumah yang lainnya. Hal ini dikarenakan rumah bubungan tinggi merupakan rumah yang ditinggali oleh raja yang menjadi pusat sentral hunian. Inilah yang membuat rumah Bubungan akhirnya dijadikan ikon diantaranya yang lainnya.

5. Rumah Cacak Burung atau Anjung Surung

Rumah Cacak Burung atau Anjung Surung

Image Credit: Wikipedia.org

Yang membuat rumah cacak burung ini khas adalah bentuknya yang jika dilihat dari ketinggian seperti tanda plus. Bukan tanpa makna, ternyata bentuk tersebut dipercaya sebagai tanda untuk menolak bala yang bisa menyerang penghuni rumah tersebut. Rumah tradisional ini ditinggali oleh masyarakat biasa. Terutama bagi mereka yang berprofesi sebagai petani maupun pekerja di sekitaran Kesultanan Banjar.

BACA JUGA:  9 Tempat Wisata di Hulu Sungai Tengah Terbaru & Terhits Dikunjungi

6. Rumah Lanting

Rumah Lanting

Image Credit: Matabanua.co.id

Rumah Lanting merupakan rumah rakitan tradisional khas dari Suku Banjar yang ada saat kesultanan Banjar. Meskipun hingga kini rumah lanting ini masih bisa ditemukan. Adanya rumah Lanting ini tentunya tidak jauh dari peran penting sungai bagi masyarakat Banjar. Dimana rumah lanting ini memiliki pondasi berupa rakit yang mengapung dan tersusun dari 3 buah kayu. Biasanya bisa ditemukan di pinggiran sungai di Kalimantan Selatan.

7. Rumah Bangun Gudang

Rumah Bangun Gudang

Image Credit: Alldesains.blogspot.com

Rumah adat satu ini lebih sering ditinggali oleh pedagang yang berasal dari Tionghoa. Yang membuat rumah satu ini terlihat unik adalah adanya tiga pintu masuk yang tersedia dalam satu rumah ini. Pintu masuk berada di bagian depan dna juga bagian kanan serta kiri. Selain itu pada bangunan ini juga terdapat 4 buah pilar yang umumnya juga ada pada rumah khas Banjar pada bagian terasnya. Hingga kini rumah ini bisa ditemui di daerah Banjarmasin.

8. Rumah Balai Laki

Rumah Balai Laki

Image Credit: Wisatasia.com

Menurut sejarah, rumah adat khas Banjar ini merupakan rumah yang biasanya dihuni oleh punggawa mantra dan juga prajurit yang mengawal keamanan di Kesultanan Banjar. Rumah balai laki ini dianggap sebagai rumah yang tidak begitu berbeda dari rumah Palimbangan. Padahal jika dicermati tetap ada perbedaan yang terlihat yakni pada dimensinya yang lebih kecil jika dibandingkan dengan Palimbangan. Mengingat palimbangan ditempati oleh para saudagar.

9. Rumah Balai Bini

Rumah Balai Bini

Image Credit: Budaya-indonesia.org

Selain Balai Laki juga terdapat rumah Balai Bini yang juga diperuntukkan untuk prajurit keamanan kerajaan. Hanya saja dikhususkan untuk mereka yang berjenis perempuan. Rumah ini juga dijadikan sebagai tempat tinggal para putri raja maupun warga kerajaan perempuan yang lainnya. Jika melihat dari segi bangunannya, rumah adat ini mirip dengan Joglo untuk bagian atapnya dan juga ada tambahan sindang langit pada atap surambinya.

BACA JUGA:  10 Tempat Wisata di Hulu Sungai Utara Terbaru dan Terhits Dikunjungi

10. Rumah Palimasan

Rumah Palimasan

Image Credit: Gorden313.yolasite.com

Rumah Palimasan memiliki ciri khas pada bagian atapnya yang menggunakan atap berbentuk limas karena atap perisainya. Untuk bentuknya berbentuk persegi panjang dengan menggunakan tangga masuk pada bagian muka untuk ke pelataran dalam. Kemudian rumah Palimasan juga memiliki hiasan yang bentunya jamang, dan tiada panapih atau ukiran kayu. Namun rumah Palimasan memiliki palipis atau papan lipsang.

Papan ini dipasangkan pada bagian cucur atap pada rumah secara mengeliling. Untuk penghuni rumah Palimasan biasanya ditinggali oleh mereka para bendaharawan istana. Dimana tugasnya adalah untuk menjaga harta miliki kerajaan baik emas maupun perak. Namun juga ada sumber yang memaparkan jika rumah Palimasan juga sempat ditinggali oleh para ulama maupun tokoh masyarakat yang berada di lingkungan kerajaan.

11. Rumah Tadah Alas

Rumah Tadah Alas

Image Credit: Kanalkalimantan.com

Rumah Tadah Alas ini merupakan rumah yang berasal dari pengembangan rumah Balai Bini. Rumah Tadah Alas menambahkan bagian atapnya dengan satu lapis atap perisai yang berfungsi sebagai kanopi untuk bagian depan. Dan tambahan atap kanopi inilah yang kemudian diebut dengan Tadah Alas. Sehingga rumah ini disebut dengan rumah Tadah Alas dan ditinggali oleh warga biasa yang masih dalam lingkungan Kesultanan Banjar.

Dengan adanya rumah rumah adat tersebut, tentunya menjadikan warisan budaya milik Indonesia semakin kaya. Beberapa rumah adat dari suku Banjar tersebut juga bisa dijadikan sebagai destinasi wisata. Dengan begitu bisa melihat ornamen dan juga desain yang dimiliki oleh masing masing rumah yang menjadi ciri khasnya. Keberadaan rumah ini juga harus terus dijaga agar tetap lestari dan tak tergerus zaman.