Kalimantan Timur

Pusat Mangrove Graha Indah, Ekowisata Terbaik di Balikpapan

Hutan Mangrove memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan di sekitar pesisir pantai. Balikpapan memiliki Pusat Mangrove Graha Indah, tempat terbaik belajar mengenai fungsi dan peranan Hutan Mangrove.

Lokasi: Batu Ampar, Kec. Balikpapan Utara, Kota Balikpapan.
Map: Cek Lokasi

Pemandangan hijau nan segar di sekitar kawasan Hutan Mangrove Graha Indah mampu menyejukkan mata setiap pengunjungnya. Wisata alam edukasi tersebut berlokasi tak jauh dari pusat kota, sehingga dapat memudahkan para wisatawan yang ingin berkunjung ke kawasan tersebut. Jika Anda ingin berkunjung ke Graha Indah, ada baiknya untuk mengetahui informasi mendalam mengenai objek wisata tersebut.

Pesona Wisata Edukasi Pusat Mangrove Graha Indah

Pesona Mangrove Graha Indah

Image Credit: Tripadvisor.com

Meskipun Hutan Mangrove Graha Indah merupakan wilayah konservasi pohon bakau dan satwa endemik Kalimantan, bukan berarti Anda hanya bisa sekedar melihat lihat tanaman bakau saja. Destinasi wisata tersebut akan memberikan pengalaman yang berbeda dari objek wisata biasanya. Apalagi di era yang semakin canggih dan serba media sosial ini, kebiasaan untuk mencari spot foto terbaik kian digandrungi banyak orang.

Daya tarik utama yang bisa Anda dapatkan ketika mengunjungi Graha Indah Hutan Mangrove ialah fasilitas menaiki perahu untuk menyusuri Sungai Somber. Di sepanjang perjalanan Anda akan disuguhkan panorama hijaunya pemandangan hutan mangrove sejauh mata memandang. Di sana Anda juga akan melihat beberapa hewan endemik Kalimantan yakni Bekantan. Hal inilah yang juga menjadi daya tarik utama Hutan Mangrove Graha Indah.

Di dalam hutan tersebut ada banyak sekali jenis pohon bakau diantaranya, Rhizopora Apiculata, Sonneratia Alba, Tumbuhan Nipah, serta berbagai jenis tanaman mangrove lainnya. Hutan yang menjadi tempat tinggal hewan Nasalis Larvatus atau Bekantan ini selalu ramai dikunjungi para wisatawan lokal maupun luar daerah. Bekantan biasanya memakan pucuk pucuk daun pohon bakau dan buah mangrove.

Melihat Bekantan yang sedang memakan pucuk daun merupakan momen yang terbilang menyenangkan. Hewan endemik yang satu ini mungkin saja tidak bisa ditemukan di daerah Anda, hal ini dikarenakan Bekantan termasuk dalam kategori satwa endemik Kalimantan yang terancam punah. Saat ini, pemerintah daerah setempat sedang melakukan upaya untuk mengembangkan potensi dari wisata edukasi Graha Indah Mangrove Balikpapan.

Beberapa potensi yang sedang dikembangkan yakni, kawasan wisata alam (Eco Tourism), Kawasan Lindung Teluk Balikpapan, lokasi perikanan, dan lain lain. Potensi wisata yang dikembangkan diharapkan menambah kunjungan wisatawan sekaligus mengenalkan lebih dalam tentang hutan mangrove dan satwa endemik Bekantan. Sebelum potensi tersebut selesai dikembangkan, sudah banyak sekali wisatawan domestik dan mancanegara yang mengunjungi Graha Indah.

BACA JUGA:  15 Hotel Murah di Samarinda yang Paling Populer

Keindahan hamparan hutan Mangrove beserta penampakan satwa endemik bekantan menjadi daya tarik tersendiri bagi para fotografer pencinta alam untuk mengabadikan momen di Graha Indah Mangrove Balikpapan. Selain bekantan, ada pula beberapa satwa liar endemik khas Kalimantan seperti, monyet, burung khas Kalimantan, buaya, ikan pesut, dan lumba lumba air tawar jika Anda beruntung mendapat kesempatan melihat hewan tersebut.

Untuk bisa melihat hamparan mangrove dan sungai dengan luas sekitar 150 hektar, sudah disediakan fasilitas perahu yang dapat mengangkut wisatawan sebanyak 7 hingga 10 orang. Para pengunjung yang menaiki perahu tersebut juga dilengkapi dengan fasilitas keamanan yakni pelampung. Hanya dengan menggunakan fasilitas inilah Anda bisa melihat beberapa satwa endemik yang ada di Hutan Mangrove Graha Indah Balikpapan.

Menyusuri sungai dengan luas sekitar 150 hektar membutuhkan waktu susur sekitar satu jam lamanya. Bagi Anda yang hanya ingin melihat pesona hamparan hutan mangrove bisa menggunakan kendaraan pribadi atau kendaraan umum. Tumbuhan bakau di Graha Indah tersebut memiliki akar yang rimbun dan menjulang ke atas, sehingga menghasilkan pemandangan yang sangat menyejukkan mata setiap orang yang mengunjunginya.

Jika Anda merasa lelah setelah menyusuri sungai, di beberapa titik wisata tersebut sudah disediakan pondok yang dibuat khusus untuk pengunjung yang ingin beristirahat. Graha Indah Mangrove ini juga sangat cocok jika dikunjungi anak anak. Sebab, mereka bisa belajar mengenai pelestarian konservasi tanaman bakau dan melihat satwa endemik yang mengalami kepunahan. Dengan adanya wisata tersebut, bisa menyeimbangkan udara agar tetap bersih.

Alamat & Rute Menuju Kawasan Hutan Mangrove Graha Indah

Rute ke Mangrove Graha Indah

Image Credit: Tempo.co

Bagi Anda yang tertarik untuk mengunjungi tempat yang satu ini, dari pertigaan Jalan Soekarno Hatta berbelok ke arah Jalan Karyangau. Setelah mengikuti arah Jalan Karyangau, Anda hanya perlu mengikuti ruas jalan hingga menemukan Gapura Graha Indah. Kawasan tersebut merupakan lokasi komplek perumahan warga setempat yang juga turut serta dalam mengembangkan potensi Graha Indah Hutan Wisata Mangrove Balikpapan.

BACA JUGA:  Pulau Kumala, Destinasi Wisata Unik di Tengah Sungai Mahakam

Jika Anda sudah memasuki area perumahan, di sana akan ada panduan berupa plang berwarna hijau yang bertuliskan informasi untuk menuju lokasi konservasi mangrove. Semakin ke dalam, jalanan di kawasan tersebut akan semakin sempit. Namun jalanan tersebut juga masih muat dilalui kendaraan mobil. Jika Anda menggunakan kendaraan besar seperti bis maka Anda beserta rombongan bisa menyewa jasa ojek yang disediakan di dekat lokasi.

Kegiatan Menarik yang Bisa Dilakukan di Pusat Mangrove

Kegiatan di Pusat Mangrove

Image Credit: Thejakartapost.com

Ketika mengunjungi objek wisata konservasi hutan mangrove tersebut, Anda bisa menggunakan beberapa fasilitas yang disediakan. Tujuan pihak mengelola memberikan fasilitas yang memadai adalah untuk menunjang kenyamanan wisatawan saat mengunjungi destinasi wisata tersebut. Beberapa fasilitas tersebut diantaranya, area parkir kendaraan, lokasi beristirahat, persewaan pelampung dan alat keamanan, pangkalan ojek, dan masih banyak lagi.

Bagi Anda yang ingin menyusuri ruas sungai bisa menyewa perahu klotok yang dihargai sekitar Rp. 300 ribuan saja. Biaya yang dipatok memang relatif lebih mahal mengingat perahu tersebut juga sudah dilengkapi jasa tour yang dapat menjamin keselamatan penumpangnya. Namun dengan menaiki perahu ini, Anda bisa menyusuri sungai sembari melihat hewan Bekantan yang sedang mencari makan. Panorama ini mungkin jarang ditemukan di hutan bakau lain.

Waktu yang tepat untuk melakukan kegiatan susur sungai ini adalah di sore hari. Menjelang senja, Anda akan melihat keluarga Bekantan yang keluar dari tempat persembunyiannya untuk mencari makan. Jika mesin perahu dimatikan, Anda hanya akan mendengar suara alami hutan berupa kicauan burung dan suara Bekantan yang saling bersahutan. Dari atmosfer tersebut, Anda akan merasakan kealamian hutan yang masih asri.

Fasilitas lain yang juga tersedia adalah toilet dan kios di sekitar lokasi tersebut. Kios kios tersebut umumnya dikelola oleh penduduk setempat yang dikenal dengan keramahannya. Anda bisa membeli beberapa makanan ringan yang dijajakan dengan harga yang sangat terjangkau. Opsi lainnya, Anda juga bisa membawa sendiri makanan dari rumah yang bisa dikonsumsi saat akan menaiki perahu ataupun saat berpiknik.

Harga Tiket Masuk Pusat Mangrove Graha Indah

Harga Tiket Mangrove Graha Indah

Image Credit: Instagram.com @mangrove_center_bpn

Umumnya, beberapa wisata mematok tarif masuk yang berbeda antara hari libur seperti hari libur maupun hari hari biasa. Begitu pula dengan objek wisata alam dan edukasi Graha Indah Mangrove. Di hari biasa, harga tiket masuk objek wisata tersebut dipatok sekitar Rp. 15 ribuan saja. Sementara di hari libur harga tiket yang dipatok menyesuaikan situasi dan kondisi lokasi tersebut. Jika wisatawan berkunjung dengan jumlah banyak maka tiket pun lebih tinggi.

BACA JUGA:  Pesona Danau Kakaban, Danau Purba dan Rumah Ubur-Ubur Langka

Harga tersebut juga akan bertambah apabila Anda melakukan persewaan perahu klotok. Fasilitas tersebut dipatok dengan harga sekitar Rp. 300 ribu per perahu. Bagi Anda yang ingin menyewa perahu, bisa mengajak seluruh anggota keluarga dengan batas maksimal 10 orang. Ketika menaiki perahu klotok, Anda juga akan dilengkapi dengan sistem keamanan ketat berupa pelampung dan jasa tour yang semakin menjamin keamanan para pengunjung.

Sebagai wilayah konservasi mangrove dan satwa endemik Kalimantan, objek wisata yang satu ini terbilang memiliki tarif masuk yang sangat terjangkau. Dengan harga yang pas di kantong, Anda sudah bisa mengarungi luas sungai dan berkesempatan untuk berinteraksi secara langsung dengan satwa satwa endemik seperti bekantan atau monyet. Waktu berlibur Anda pun akan semakin berfaedah dan menyenangkan.

Jam Operasional Hutan Mangrove Graha Indah Balikpapan

Jam Operasional Mangrove Graha Indah

Image Credit: Tribunnews.com

Tiap tiap destinasi wisata tentunya memiliki jam buka dan tutup yang berbeda satu sama lain. Begitu juga dengan destinasi wisata alam dan edukasi yang terletak di Balikpapan ini. Jam operasional wisata ini dibuka dari jam 06.00 hingga 18.00. Waktu tersebut juga sudah disesuaikan dengan zona waktu setempat yakni zona Asia dan Makassar. Di sore hari, pemandangan semburat warna jingga di langit membuat liburan Anda semakin berkesan.

Bagi Anda yang berkunjung ke wisata mangrove Graha Indah, disarankan untuk mengunjunginya pada siang menuju sore hari. Pasalnya, di waktu ini Anda akan memiliki kesempatan untuk melihat beberapa hewan endemik khas Kalimantan secara langsung. Hewan tersebut akan keluar dari tempat persembunyiannya untuk mencari makanan di sekitar tanaman bakau. Jadi, Anda bisa menyusuri sungai dengan melihat hewan endemik dalam jumlah banyak.

Melalui penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa ternyata Kota Balikpapan memiliki kawasan hutan mangrove yang sangat menakjubkan dan wajib dikunjungi. Kawasan konservasi hutan bakau tersebut memiliki pesona alam eksotis yang masih terjaga kenaturalannya. 400 populasi Bekantan yang ada di destinasi wisata tersebut bisa menjadi objek edukasi para pengunjung dan juga menjadi daya tarik sendiri yang hanya ada di Balikpapan.